oleh

Geram! Merasa ‘Dipermainkan’ oleh PT BNP, Pemilik Warung Rica Rica Bebek Ancam Kirim Somasi ke PT AMMAN

TRIBUNEPOS.com, SUMBAWA | Pemilik warung makan ‘Rica Rica Bebek’ yang beralamat di Jalan Buin Townsite Gate 41A Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat mengancam akan mengirim surat Somasi ke PT. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN).

Terkait sudah hampir 2 (dua) bulan pemilik warung bebek itu belum mendapat pembayaran hutang catering makan para karyawan PT. Bangun Nusa Persada (BNP) sub dari PT. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN).

Pemilik warung, Alpiyah mengatakan selama ini selalu diberikan janji-janji kosong oleh pihak PT. BNP.

“Total Rp 7.335.000 catering yang belum dibayar oleh PT. BNP. Hampir 2 bulan lamanya saya hanya diberi janji-janji saja,” ucapnya kepada wartawan sambil menunjukan nota tagihan.

Dia menjelaskan, padahal pihak dari PT. BNP bernama Chaasy Prasetya pernah menulis surat pernyataan yang dibuat dengan tulisan tangan sendiri disaksikan Kadus Buin Batu, ternyata surat pernyataan itu masih tetap mereka abaikan dan tidak sesuai isi surat yg mereka buat sendiri dan mereka langgar sendiri.

“Baru lah pada 30-12-2023 kemarin, masuk transferan pembayaran dari oknum pegawai PT. BNP, itu pun baru Rp 4.800.000 belum semuanya Rp 7.335.000,” ujarnya.

Mediasi antara perwakilan PT. BNP dan pemilik warung Rica Rica Bebek terkait hutang catering yang belum dibayar

Dia meminta PT. BNP jangan menyulitkan pedagang kecil seperti dirinya.

“Jika masih tidak diselesaikan, maka saya akan mengirimkan surat Somasi ke PT. AMMAN untuk ambil langkah tegas. karena kita tahu di dalam tambang sana mempunyai peraturan yang sangat ketat dan tegas, apalagi kejadian ini sangat mencederai penduduk di sekitar tambang seperti saya ini pedagang kecil,” pungkasnya di dampingi aktivis dan wartawan.

Perlu diketahui, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) adalah perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa. **

Wartawan: Prima Andika

Komentar

Headline