oleh

Penyesuaian Tarif Jelang Nataru, Harga Tiket Kapal Ferry Dumai Line dan Batam Jet Naik Rp40 – 50 Ribu

Rute Batam – Buton, dari harga tiket Rp390 ribu naik jadi Rp440 ribu dan untuk rute Batam – Dumai biasanya Rp550 ribu naik jadi Rp590 ribu

TRIBUNEPOS, Batam  | Harga tiket kapal ferry atau motor vessel (MV) rute Batam – Dumai serta Batam – Buton terjadi kenaikan jelang libur Natal 2023 dan tahun Baru 2024 (Nataru).

Penyesuaian tarif penumpang dengan kenaikan harga tiket senilai Rp40 sampai Rp50 ribu, berlaku mulai tanggal 18 Desember sampai dengan 12 Januari 2024 mendatang.

Adapun perusahaan pelayaran kapal yang menyesuaikan tarif tersebut diantaranya MV. Dumai Line dan MV. Batam Jet.

“Ada 2 (dua) perusahaan pelayaran yang menyesuaikan tarif yakni yang mengoperasikan Kapal Rutte Batam – Buton dan Batam – Dumai yaitu PT. Batam Bahari Sejahtera dengan armada MV. Batam Jet dan PT. Lestari Indoma Bahari yang mengoperasikan armada MV. Dumai Line,” kata Asmadi, Pembina Dewan Pimpinan Cabang Pelayaran Rakyat ( DPC – PELRA) Kota Batam, Selasa (12/12/23).

Asmadi menjelaskan, penyesuaian tarif dilakukan guna menutupi biaya operasional ekstra kapal khususnya saat pulang dari Buton dan Dumai ke Batam penumpang kosong.

“Ini penyesuaian tarif biasa diakukan setiap musim Nataru, khususnya penumpang jarak jauh rute Batam – Buton dari harga tiket Rp390 ribu menjadi Rp440 ribu dan untuk Batam – Dumai biasanya Rp550 ribu menjadi Rp590 ribu,” terangnya.

Asmadi, Pembina Dewan Pimpinan Cabang Pelayaran Rakyat ( DPC – PELRA) Kota Batam

Dikatakanya, selama sekitar 25 hari tersebut, pihaknya akan mencabut diskon subsidi penumpang jarak jauh senilai Rp50 ribu, hal ini dilakukan untuk menutupi biaya operasional ekstra kapal baik dari Buton maupun dari Dumai saat kembali ke Batam dalam keadaan penumpang kosong, sehingga untuk menutupi cost.

“Seperti tahun- tahun sebelumnya, musim Nataru penumpang ramai di pelabuhan Domestik Sekupang Batam tapi pulang ke Batam kosong,” ucap Asmadi yang juga Humas PT. Lestari Indoma Bahari.

Ia menambahkan, musim Nataru tahun ini PT. Lestari Indoma Bahari mengoperasikan 13 unit kapal penumpang, terdiri 8 unit kapal berbahan alumunium dan 5 unit kapal berbahan fiber glass.

Sedangkan milik PT. Batam Bahari Sejahtera mengoperasikan 5 unit kapal penumpang.

“Semua kapal laik beroperasi dan mematuhi standar internasional,” tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi saat dihubungi awak media melalui sambungan WhatsApp terkait penyesuaian tarif mengatakan penetapan tarif atau harga tiket untuk kapal antar propinsi adalah kewenangan pemerintah pusat, sedangkan antar pulau kab/ kota itu kewenangan provinsi.

“Untuk antar propinsi pemerintah pusat yang menetapkan,” ujar Junaidi.

Secara terpisah Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar selaku pengelolah terminal dan retribusi Pelabuhan Domestik Batam saat dihubungi awak media menyampaikan, pelayanan musim mudik Nataru di pelabuhan Domestik Sekupang tidak ada kendala.

“Seperti sebelumnya, seluruh instansi akan bersama – sama melayani hajatan Nataru,” ujarnya.

Dendi memastikan musim perayaan Nataru akan mengalami peningkatan lonjakan penumpang tentu pihaknya bersama instansi terkait akan melayani kenyamanan penumpang khususnya di pelabuhan Domestik Sekupang Batam. (**)

Penulis: Amrullah Mursalin
Liputan: Tribunepos Batam

Komentar

Headline